isi blog

chados sangkek. Diberdayakan oleh Blogger.

KEJANGGALAN YANG TAK TERSENTUH

Diposting oleh CHADOS-SANGKEK On 22.46.00

Sejarah kehidupan politik kita adalah sejarah yang lahir dari iklim politik tidak sehat Yang kemudian menghasilkan kondisi politik yang tidak sehat pula.

Begitulah yang terjadi dalam peta politik kita. Lebih kusus kehidupan perpolitikan di daerah kita sorong terinta ini. Dan sejarah itu sampai sekarang masih menjadi bagian dalam proses politik kita sehari-hari. Belum lama kita membenci, mencaci maki, dan mengkritik pimpinan eksekutif, legislatif dan yudikatif sekarang masyarakat merindukan lagi kehadiran pemimpin yang baru dalam panggung politik untuk memimpin daerah ini.

Masyarakat kita begitu mudah melupakan kesalahan-kesalahan masa lalu—yang sebenarnya ikut memperparah keterpurukan pendapatan ekonomi, sosial dan budaya. Mungkin karena masyarakat pegang prinsip budaya ketimuran yang memegang teguh kebersamaan dan gotong royong atau murah hati. Maka tidak heran kalau banyak orang-orang yang tidak punya komitmen untuk bekerja dengan hati kepada rakyat ingin tampil sebagai pemimpin, baik di legislative maupun di eksekutif.

Lemahnya kesadaran masyarakat, baik itu masyarakat yang terdidik  dan masyarakat awam dalam melakukan kontrol sosial, memberi peluang dan memudahkan semua orang seperti ini basa tampil. Yang menjadi persoalan adalah ketika masyarakat terdidik seperti pemuda atau mahasiswa dan masyarakat awam  tertidur lelap maka jangan kita perna bermimpi soal kesejahteraan, keadilan dan setara.

Tentunya kita tidak ingin mempunyai pemimpin yang memeningkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan tertentu. Pertanyannya adalah bagaimana mencegahnya? Pertama, fungsi-fungsi partai politik harus dijalankan dengan benar. Salah satu fungsi pendidikan politik yang baik dan benar kepada masyarakat.
Fenomena pendidikan politik di daerah tak kalah menyedihkan, dan sudah bukan rahasia yang tabu kalau partai politik tidak mempunyai komitmen mendidik dan memberikan pemahaman politik yang baik Sehingga keberadaan partai politik juga seakan-akan di daerah hanya sebagai aktor pelengkap.

Kedua, basis politik masyarakat sebagai alat kontrol sosial harus di rekonstruksi kembali, memperkuat basis politik masyarakat sehingga masyarakat bisa mengontrol dan ikut berperan dalam melakukan seleksi politik ditingkat daerah yang menjadi wilayah pemilihan. Kalau control masyarakat kuat dengan sendirinya orang-orang yang bermasalah akan tersingkir karena penentu akhri adalah rakyat itu sendiri.
Sayangnya, peran-peran politik rakyat sering ditinggalkan oleh elit-elit parpol. Rakyat sengaja dijauhkan dari akses politik. Rakyat dibutuhkan hanya untuk kepentingan mobilisasi massa saja. Sementara proses pendidikan politik tidak dijalankan dengan semestinya. Bahkan tidak jarang rakyat dijadikan komuditi politik untuk kepentingan sesaat.

Ketiga, pendidikan karakter yang total bagi pemuda dan mahasiswa. Mahasiswa adalah lambang kejayaan suatu daerah dan aset bagi bangsa...tentu benar, belum tentu karena hanya slogan. pemudah dan mahasiswa kota hanya bermental buruh, tidak di beri ruang untuk berekspresi dan terlebih berhenti dengan mental mengemis dan penjilat.
Harga diri kita tidak bisa dijual belikan karena uang. Yang kita rindukan adalah perubahan, walau perubahan itu hanya sebuah harapan dari setiap kita, namun jika itu sulit untuk dilakukan bersama. Biarkan kita pasrah dan terus berada dalam sebuah hegemoni yang dibangun oleh pemimpin kita yang mengatasnamakan Cinta Rakyat dan menambah daftar panjang penderitaan, serta sebuah kejanggalan yang tak tersentuh oleh masyarakat.

0 Response to "KEJANGGALAN YANG TAK TERSENTUH"

Posting Komentar

KO TITIP PESAN DI SINI

kawanku Terima kasih telah mengunjungi alamat apa kabar papua!

Lencana Facebook

Followers

Blog Archive

Blog Archive

Category

APA PILIHAMU TENGTAN BLOG INI

flagcounter

free counters

Cari Blog Ini

coba

Follow by Email

Calendar




SMS GRATIS

Download

hit counter

Total Tayangan